TEKNIK DASAR PENGARUNGAN SUNGAI

Posted: 9 July 2012 in Uncategorized

TEKNIK MENDAYUNG

Teknik Oar

Posisi duduk pendayung oar berada ditengah perahu yang dilengkapi dengan rangka untuk tempat duduk dan pegangan dayung.Dalam teknik mendayung dengan oar hanya dikenal dua macam kayuhan yaitu dayung maju dan dayung mundur. Jika menginginkan perahu bergerak kedepan maka digunakan dayung maju sedangkan dayung mundur untuk menghentikan perahu yang sedang bergerak maju atau memang menginginkan perahu bergerak mundur.Jika ingin membelokkan perahu ke kanan maka tangan kiri mendayung maju dan tangan kanan mendayung mundur,dan sebaliknya jika ingin membelok kekiri.

Teknik Paddle

Berarung jeram dengan menggunakan teknik paddle merupakan kerja tim, karena setiap awak perahu dituntut mempunyai pengertian dan peran yang sama dalam mengendalian laju perahu. Sebuah tim yang sudah berpengalaman dapat mengatasi hampir semua tingkat kesulitan dalam arung jeram.Teknik paddle ini jadi lebih memungkinkan untuk pengarungan sungai yang terlalu sempit dan berbatu bagi teknik oar, dan jika mengalami kondisi darurat bisa dipecahkan bersama.

Cara duduk ada dua. Yang pertama posisi duduk seperti menunggang kuda (cowboy style) kedua kaki pendayung menjepit lingkaran tabung perahu. Cara kedua, ( nantahala style ), seperti seorang perempuan membonceng sepeda motor, kedua kaki masuk kebagian dalam perahu. Untuk mendayung agar perahu bergerak, tetapi jika memang dibutuhkan kecepatan tambahan maka gagang dayung dimasukkan kedalam air dan dikayuh dengan sekuat tenaga,seluruh otot perut dan lengan dikerahkan untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efektif.

Gerakan dan arah dayung yang perlu dipahami oleh awak perahu meliputi :

Dayung maju (forward stoke )

Dayung balik/mundur (back stroke)

Dayung tarik (draw stroke). Dilakukan untuk menggeser perahu mendekati posisi yang diinginkan dengan cara menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknya ke arah perahu

Dayung tolak /menyamping (pry stroke). Merupakan kebalikan dari dayung tarik tetapi tujuannya membantu melengkapi dayung tarik untuk mengendalikan perahu ke posisi yang diinginkan. Juga sering digunakan oleh kapten perahu yang duduk di belakang untuk membelokkan arah perahu.

Dayung pancung (cross-bow draw). Dayungan yang biasa dilakukan oleh para pendayung depan apabila ingin menggeser perahu ke samping. Dayungan ini dilakukan oleh pendayung depan dengan melakukan dayung tarik dari sisi depan memotong moncong perahu.

ABA-ABA KAPTEN/SKIPPER

Beberapa komando yang lazim digunakan :

Maju => semua mendayung maju

Mundur => semua mendayung mundur

Stop => semua berhenti mendayung

Kanan maju => semua yang di lambung kanan mendayung maju

Kanan mundur => semua yang di lambung kanan mendayung mundur

Kiri maju => semua yang di lambung kiri mendayung maju

Kiri mundur => semua yang di lambung kiri mendayung mundur

MANUVER

Manuver digunakan apabila perahu akan melewati suatu kelokan sungai atau menghindari rintangan atau hambatan. Ferrying merupakan teknik dasar dalam melakukan manuver. Adapun cara melakukan ferry tergantung pada teknik yang digunakan disamping kondisi hambatan yang akan dilalui. Dalam melakukan ferry dikenal dua macam teknik, yaitu up stream ferry dan down stream ferry (back ferry dan Forward ferry )

Back ferry dimulai dengan haluan perahu menghadap ke arah hilir. Dari posisi ini mulailah mendayung mundur. Kemudian ferry dilakukan dari sisi sebelah kiri dengan memutar haluan 30 derajat- 45 derajat ke kanan. Jika anda melakukan dayung mundur sambi menjaga sudut perahu, perahu akan bergerak ke kiri untuk mencapai sisi sebelah kanan arahkan haluan atau moncong perahu kearah sisi sebelah kiri dengan mendayung mundur.

Forward ferry, perbedaannya dari back ferry hanya arah dari haluan perahu. Dalam forward ferry arahkan haluan perahu ke arah hulu (upstream) dan mulailah mendayung maju melawan arus. Hal yang harus dilakukan dalam melakukan ferry, dengan memperhatikan kecepatan arus, kekuatan dayungan, dan disesuaikan dengan sudut ferry. Semakin cepat arus maka sudut ferry semakin kecil dan kekuatan dayungan yang diperlukan semakin besar. Untuk melakukan ferry dengan baik maka diperlukan latihan, tertuama dalam menyesuaikan besar sudut ferry, kekuatan dayungan dan kecepatan arus.

Teknik lain dalam manuver adalah membelok (turn) dan berputar (pivot). Untuk berbelok yang harus dilakukan adalah dengan menguatkan dayungan disalah satu sisi perahu bila ingin berbelok ke sisi yang berlawanan. Atau dengan memperlambat laju perahu pada sisi yang akan dituju.

Bila perahu ingin berbelok ke kanan, maka para pendayung di sebelah kiri harus melakukan dayung maju dengan tenaga yang bertambah dan disisi yang lain melakukan dayung mundur, dengan demikian perahu akan berbelok ke kanan. Dalam situasi yang mendadak kadang-kadang kita tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan gerakan berbelok atau ferry dalam menghadapi batu yang besar atau hole yang besar. Dalam situasi tersebut dapat menyebabkan perahu terbalik atau wrap karena antisipasi yang terlambat.

Teknik mandayung yang paling cepat dan efisien dalam menghadapi situasi tersebut adalah dengan menggeser perahu hingga perahu dapat bergerak lateral kesamping dengan cepat. Teknik dayungan yang dilakukan untuk menggeser perahu adalah dengan melakukan dayung tarik (draw stroke) , dayung pancung (cros-bow draw) dan dayung tolak (pry stroke). Apabila ingin menggeser perahu ke kanan pendayung sebelah kanan dayung tarik, pendayung kiri depan dayung pancung, kiri belakang dayung tolak.

Teknik manuver lain yang tidak kalah pentingnya dalam berarung jeram adalah teknik keluar dan masuk eddies. Dua hal yang harus diperhatikan ketika memasuki eddies yaitu kecepatan dari perahu dan sudut masuk. Keduanya harus diperhitungkan untuk mencapai satu tujuan yaitu melewati garis eddies (eddies line) dengan cepat.

Untuk keluar dari eddies ada tiga cara yang dapat dilakukan,

dengan ferrying memotong garis eddies

dengan melakukan peel out yaitu sebuah manuver dengan cara memutar perahu ke hilir begitu keluar dari eddies.

dengan membiarkan perahu ,keluar dengan sendirinya dari eddies dengan mendayung ke arah hilir.

PENGINTAIAN (SCOUTING)

Melakukan pengintaian tehadap jeram yang belum dikenal merupakan suatu tindakan yang bijaksana, khususnya bagi tingkat pemula. Pengintaian sejumlah deretan jeram,meliputi proses pengamatan suatu jeram yang dilakukan pada tepian sungai dari beberapa sudut pandang. Menganalisa apakah tingkat kesulitan jeram sesuai dengan kemampuan awak perahu, melihat atau mencari jalur yang paling aman,menganalisa kemungkinan terjadi trouble.

Memformulasikan rencana yang akan dilakukan, meliputi jalur yang akan dilalui, jalur cadangan apabila ada trouble, merencanakan teknik/manuver yang akan dilakukan, perlu tidaknya mempersiapkan tim rescue di sisi sungai.

Melaksanakan rencana.

LINING

Jika setelah pengintaian jeram disimpulkan tidak ada lintasan yang aman untuk dilalui, dan karenanya diputuskan membawa perahu lewat tepian sungai yang aman. Cara yang paling mudah adalah dengan “menuntun” perahu anda dengan menggunakan tali. Tehnik ini disebut Lining.

PORTAGING

Jika lining juga tidak dapat dilakukan lagi untuk menghindari halangan yang ada di depan, dan harus mengangkat perahu menyusuri tepian sungai (darat). Teknik ini disebut Portaging.

RIVER RUNNING SYSTEM

Bila pengarungan dilakukan dengan lebih dari satu perahu, formasi sebaiknya dilakukan dengan menempatkan orang-orang yang berpengalaman di depan dan di belakang, mengapit peserta yang kurang berpengalaman. Dengan formasi ini perahu leader tidak pernah dilewati, dan perahu penyapu tidak akan pernah mendahului. Masing – masing beriringan satu-satu ke belakang. Gerak maju dibuat bertahap, leader terlebih dahulu memasuki jeram jeram yang cukup berbahaya, kemudian menunggu di Eddy yang terdapat dibawahnya. Jika semua aman, leader maju kembali.

Dengan cara ini semua perahu dapat terawasi, dan jika terjadi masalah atau kecelakaan, semuanya ada di tempat dan siap menolong. Jarak yang aman antara satu perahu dengan lainnya berbeda – beda, tergantung pada situasi yang ada, bisa jauh dimana satu sama lain masih bisa melihat jelas. Hal ini menguntungkan karena perahu yang berada di belakang dapat melihat bagaimana perahu didepannya mengatasi jeram dalam jarak yang relatif jauh. Jika mereka yang didepan mengalami kesulitan, maka perahu yang dibelakang masih memiliki jarak yang cukup baik untuk melakukan pendaratan mendadak (bisa segera melakukan pertolongan atau pengintaian medan).

Tapi, di medan yang sulit ketika dibutuhkan serangkaian manuver serius dan ruang gerak yang cukup bagi sebuah perahu, tidak jarang jarak tersebut tidak dapat dipertahankan. Diperlukan jarak yang sedikit lebih jauh lagi, agar tidak terjadi tabrakan antara perahu yang sedang berusaha melepaskan diri dari suatu rintangan dengan perahu yang menyusul kemudian (Bisa jadi dua duanya atau lebih, terjebak bersama!).

Setelah melewati jeram yang cukup berbahaya, leader menunggu untuk menunjukkan lintasan terbaik kepada mereka yang segera akan memasuki jeram tersebut. Dan jika terjadi sesuatu, leader segera memberikan pertolongan. Dalam hal pengarungan ini dipergunakan beberapa signal.

Signal berhenti dilakukan dengan mengangkat dayung atau kedua belah tangan mendatar dan sejajar dengan pundak, kemudian menggerakkannya ke atas dan ke bawah.

Tolong (darurat) dilakukan dengan melambaikan sebuah dayung, helm atau live-vest (life jacket). Diatas kepala dengan gerakan melingkar. Atau dengan meniupkan peluit panjang sebanyak 3 kali.

Äman (Okay) dilakukan dengan mengangkat dayung tegak lurus atau tangan tinggi diatas kepala.

Ikuti arah ini dilakukan dengan mengangkat dayung atau tangan keatas dengan posisi miring 45 derajat (diukur dengan bentangan tangan vertikal ke horisontal). Dayung atau tangan tersebut di atas diarahkan kelintasan yang dimaksudkan.

Selama perjalanan perhatikan kebugaran fisik dan psikologis tim. Lebih baik berhenti lebih awal dan beristirahat daripada melanjutkan perjalanan dengan kondisi tim yang keletihan. Karena keletihan fisik dan psikis dapat menimbulkan masalah.

 

sumber :

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?s=4a8a8195dd99aadd92a100526f3befb0&t=1001511

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s